Senin, 29 April 2013

My Struggle for Life


Watch the clouds wept of my bitter struggle to ITS
Detik berlalu memaksa matahari terbit dan tenggelam, malam terpaksa mengalah kala siang ingin bangkit memancarkan keangkuhan sang mentari, alam bebas seakan tergesa-gesa mendesak insan hidup untuk berdiri lantas berlari, pilu dan keringat yang menetes,  riang gemercik air yang berpura-pura tuli dan tak beri waktu bicara menjadi saksi bisu kala awan menangis menyaksikan getirnya sang pejuang hidup merebut mimpi menyambut esok yang sarat arti.
Siapa saya tidak penting disini, tetapi semoga apa yang tulis disini dapat memberikan motivasi  bagi khalayak. Sekedar untuk sapaan akrab panggil saja saya Abishaka. Lain kali saya akan beri tahu kenapa saya ingin dipanggil dengan sebutan itu.
Kawan, saya menulis ini bukan atas dasar saya pamer kesedihan dan menarik simpati orang agar iba, bukan pula untuk belagu memposisikan diri saya menjadi guru, tetapi saya hanya ingin berbagi pengalaman betapa sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Alloh SWT. Brsyukur atas waktu yang masih diberikannya agar kita senantiasa berdzikir dan berfikir.
Saya mulai kisah hidup saya di bangku Sekolah Dasar (SD). Saya sekolah di salah satu sekolah agama swasta kala itu. Sekolah itu bernama MI Padamulya. Sekolah sederhana dengan fasilitas yang terbatas dan tenaga pengajar yang apa adanya. Berada di lereng Gunung Salak, Ciamis, Jawa Barat dan perlu kiloan meter agar sampai ke jalan raya. Kehidupan saya kala itu masih sama seperti kebanyakan anak seusia saya. Bermain, belajar, minggat sekolah , dsb. Bahkan saya merasa kala itu saya ini orang yang bodoh sebab dari sekian kali pembagian rapor angka 13 dan 14 adalah teman setia saya dari kelas satu sampai kelas tiga. Akan tetapi, kehidupan saya yang sebenarnya di mulai ketika saya duduk di bangku kelas tiga. Kedua orang tua saya bercerai yang saya kala itu belum tahu apa-apa sebab mereka sampai harus berpisah, padahal mereka sudah punya empat orang anak. Saya anak kedua dari empat bersaudara itu. Sejak saat itu kehidupan keluarga jauh berbeda dari sebelumnya. Saya dipaksa dewasa dan hidup tegar menjalani keseharian hanya bersama sosok ibu. Sosok ibu yang mulia mencari nafkah sendiri menghidupi anak-anaknya berjualan kerupuk, gorengan, dan pernah pula menjadi pembantu rumah tangga. Semoga Alloh SWT memuliakan derajat mu ibu. Engkau adalah malaikat dalam kehidupan anak-anakmu.
Saya tidak tahu kenapa sejak saat itu ayah saya jadi pengangguran. Singkatnya, toko keluarga kami di Bandung mengalami gulung tikar dan ini pula yang menjadi penyebab mereka bercerai. Seiring berjalannya waktu, terdengar kabar bahwa ibu akan menikah lagi. Takut sekali rasanya saya kala itu karena yang ada dalam otak polosku waktu itu adalah ibu dan ayah tiri itu jahat dan suka menyiksa anak tiri bahkan tega mengusirnya kalau mereka nakal. Persis dengan apa yang sering ditayangkan di sinetron-sinetron.
Dari sana, saya memutuskan untuk tinggal bersama nenek di Majalengka. Akan tetapi, keadaan tak seperti yang diharapkan. Harapan agar saya mendapat kehidupan yang lebih baik ternyata tidak mengarah pada saya kala itu. Tekanan dari mereka justru lebih parah dari apa yang saya rasakan dari kehidupan lapar saya di Ciamis. Saya benar-benar dipaksa dewasa. Sekali lagi dipaksa dewasa. Saya sering tidak masuk sekolah karena saya harus pergi ke sawah membantu nenek panen kacang, cabai, dan padi. Tidak masalah bagi saya melakukan hal-hal itu karena dari sanalah saya bisa makan dan sekolah. Kehidupan seperti ini mendidik saya menjadi orang yang terampil dan tekun. Siang dan malam saya gunakan untuk belajar formal dan menimba ilmu agama. Pagi saya sekolah (SDN Jatipamor 1), siang saya sekolah madrasah (MD Al-Munawar Sunapulo), dan malam saya mengaji di masjid (Al-Anshar). Jatah uang jajan dari nenek hanya Rp.500. Sekalinya ada biaya sekolah dan keperluan lain saya harus inisiatif mencari uang sendiri mulai dari jadi pengasuh anak, jualan es di sekolah, sampai memulung buah cengkeh yang jatuh dari pohon cengkeh di kebun-kebun sekitar rumah. Beruntunglah saya dikaruniai Alloh punya suara yang cukup merdu sampai saya menjadi tim vokal inti dari grup Nasyid Al-Anshar sehingga kalau kampung lagi ramai-ramainya hajatan pastilah grup kami dipanggil untuk mengisi acara. Lumayan banjir duit untuk sementara waktu. Namun, kabar terakhir membua saya terpukul. Pelatih nasyid kami, A Nano, sekarang dipenjara karena diduga terlibat kasus korupsi uang desa semenjak dia menjadi kepala desa. Semuanya saya lakukan agar saya dapat tetap sekolah.
Nenek meninggal dunia di akhir saya kelas enam, beberapa hari sebelum ujian akhir dilaksanakan. Saya seperti menjadi orang yang buta arah, tidak tahu kemana harus melangkah dan berlindung. Nenek sang pendidik sejati, sang pengajar arti hidup yang sebenarnya. Bahwasanya benar kalau hidup itu adalah buah dari perjuangan yang harus berpondasi agama, ilmu, cinta, dan sunnah nabi. Bahwasanya hidup tanpa agama hampa, hidup tanpa ilmu sengsara, hidup tanpa cinta merana, dan hidup tanpa sunnah nabi hina. Pepatah itu saya jadikan motto hidup sampai saat ini.
Saya melanjutkan sekolah ke SMPN 2 Baleendah di Bandung. Hidup di Bandung adalah permintaan pribadi saya kepada ayah saya yang beberapa tahun kebelakang merantau di Bandung buka warung tegal. Kehidupan sangat berjalan biasa saja. Boleh dikatakan masa ini adalah tingkatan kehidupan saya yang flat, lebih parah dari itu sampai pada titik terendah positif kurva persamaan kuadrat. Hanya satu mungkin yang jadi kebanggan yaitu saya dapat hidup mandiri tanpa orang tua dan bekerja paruh waktu dengan selalu ada di peringkat tiga besar kelas.
Sampailah saya pada suatu masa dimana mimpi, cita, dan harapan satu persatu menghampiri. Sekolah itu bernama SMAN 1 Baleendah. Belajar, mentoring, berorganisasi telah meghidupkan dan membangunkan saya dari tidur yang berkepanjangan semasa SMP. Dimulai dari Orbit At-Tarbiyah, organisasi berbasis islam yang mengajarkan saya arti uhkuwah. Bertemu sosok-sosok inspiratif yang mengajarkan saya untuk berani bermimpi dan siap aksi menjadi pemimpin masa depan pembawa perubahan. Kehidupan agamis membuat saya belajar mengenal islam lebih dalam. Tak pernah saya pedulikan kata-kata orang kalau anak rohis bisanya hanya bias ngaji dan ceramah agama. Terang saya katakana tidak!. Kami adalah orang-orang dengan sejuta optimis untuk umat generasi pemegang tali agama islam agar tetap sampai ke masyarakat, tetapi kami tetap berprestasi. Olimpiade, beasiswa luar negeri, dan ujian saringan masuk di perguruan tinggi dari organisasi kami yang paling mendominasi. Sebab kami bersama tuhan sang pencipta Alloh SWT. Benar pepatah mengatakan bahwasanya orang sukses adalah dari mereka yang dekat dengan tuhannya dan telah menyentuh titik spiritual dalam kehidupannya. Saya rasa itulah kami, anak rohis. Saya katakan bahwa saya telah tahu siapa saya sebenarnya dan mau jadi apa saya di masa mendatang. Semenjak itu, deretan prestasi mulai dari tingkat sekolah sampai nasional saya raih. Berikut saya sajikan beberapa prestasi non-akademik yang saya raih semasa SMA
1.        Juara 1 Lomba Menulis sastra non-fiksi tingkat Kab.Bandung (2010)
2.      Juara 2 Lomba Baca Tulis Sastra dalam Aksara Sunda-Jawa tingkat Kab.Bandung (2011)
3.      Peraih Beasiswa Percikan Iman dua periode berturut-turut (2010-2011)
4.      Juara 5 Lomba Menulis sastra non-fiksi tingkat Provinsi Jawa Barat (2011)
5.      Peraih Beasiswa koran Pikiran Rakyat (2012)
6.      Peraih Beasiswa EL05 Foundation STEI ITB (2012)
7.       Delegasi Konfrensi Nasional “Young Enterpreneurship” dari USB International Enterpreneur School (2012) wakil Kota Bandung
Saat-saat paling memilukan pernah kurasakan serasa saya sedang berada ditengah-tengah jalan antara bukit dan jurang. Kondisi yang memaksa mengkondisikan dua pilihan, kuliah dengan beasiswa atau tidak sama sekali. Namun, kobaran semangat, beribu doa, restu ibu dan bapak, itulah bekal saya selain belajar. Beruntung pula waktu itu saya dapat bimbel gratis dari GO (Ganesha Operation) sampai SNMPTN. Sekedar informasi, bimbel gratis itu saya dapat dari koran Pikiran Rakyat yang menjalin mitra dengan sekolah saya. Singkatnya, setiap yang mendapat peringkat satu di semester empat akan diberi uang sebesar Rp.4.500.000 yang akan langsung digunakan untuk biaya bimbel persiapan masuk perguruan tinggi. Alhamdulillah sekali saya diberi kesempatan oleh Alloh untuk mendapatkan beasiswa itu.
Belajar, belajar, dan belajar. Berdoa, berdoa, dan berdoa. Ibu, ibu, dan ibu.
Air mata sang ibu yang menangis memohon kepada sang mahaa kuasa agar anaknya bisa kuliah. Siang dan malam berdoa dan berserah sebab dari dia lah segala sesuatu. Beliau tirakat dan puasa agar apa yang beliau minta dapat terkabul. Waktu itu memang saya sakit tifus sehingga saya baru benar-benar belajar tiga minggu sebelum SNMPTN dilaksanakan. Hanya pasrah kepada sang maha kuasa semoga doa ibu saya dikabulkan Alloh. SNMPTN tiba dan saya hanya mengisi sebisa saya dan yang saya yakini benar. Pilihan pertama ITB sudah jelas tidak mungkin masuk, namun masih ada harapan di pilihan dua yaitu ITS jurusan Teknik Material dan Metalurgi, walupun kesempatan lulusnya kecil dilihat dari jumlah pendaftar yang ribuan dengan daya tampung yang hanya 18 orang bagi pendaftar Beasiswa Bidikmisi seperti saya.
Tapi kabar gembira itu dating, saya lulus SNMPTN di JTMM ITS. Alhamdulillah, segala puji bagimu ya Alloh. Terima kasih ibu, doamu telah Alloh kabulkan. Sungguh jasamu tiada tara.
Sebenarnya saya masih bingung bagaimana saya bisa lulus dengan nilai saya yang mungkin tidak mencapai passing grade yang sudah saya cocokan dengan kunci jawaban yang ada. Akan tetapi, maha besar Alloh yang tidak ada satu pun yang mampu menghalangi kehendaknya. Keanehan itu benar, ternyata ketika saya daftar ulang di ITS, laman registrasi menyatakan bahwasanya saya diterima di kampus ITS ini jalur PMDK. Padahal saya sebelumnya gagal di PMDK ketika memilih FITB di ITB dan JTMM di ITS. Saya hanya bisa bersyukur dan belajar. Menggapai mimpi saya selanjutnya yaitu Kyodai (Kyoto Daigaku) resminya Kyoto University of Japan melanjutkan program magister.

Kamis, 04 April 2013

Kimia Analitik

*kelarutan dan hasil kali kelarutan (ksp)

#Contoh soal menyatakan kelarutan
Sebanyak 4,35 mg Ag2CrO4 dapat larut dalam 100 ml air. Nyatakan kelarutan Ag2CrO4 tersebut dalam mol L-1 . (Ar O = 16; Cr = 52; Ag = 108)
Jawab :
Kelarutan = Molaritas larutan jenuh ; s = n/V
Mol Ag2CrO4 = Massa Ag2CrO4/Mr Ag2CrO4
= 4,35 x 10 -3 gram /332 gram/mol
= 1,31 x 10-5 mol
Kelarutan (s) = mol / volume
= 1,31 x 10-5 mol /0,1 L
= 1,31 x 10-4 molL-1

# Contoh soal pengaruh ion senama terhadap kelarutan
Jika diketahui kelarutan Ag2CrO4 dalam air murni adalah 8,43 x 10-5mol/L pada suhu 25C . Tetukanlah kelarutan Ag2CrO4 (Ksp Ag2CrO4 = 2,4 x 10-12) itu dalam AgNO3 0,1 N
Jawab :
Kelarutan Ag2CrO4 dalam larutan AgNO3 0,1 N
Larutan AgNO3 0,1 mengandung 0,1 M ion Ag+ dan o,1 M ion NO3-
AgNO3 (aq) Ag+ (aq) + NO3- (aq)
0,1 M 0,1 M 0,1 M
Jika ke dalam larutan ditambahkan Ag2CrO4 padat, maka kristal itu akan larut hingga laruta jenuh .
Misalkan kelarutan Ag2CrO4 = s mol/L maka konsenterasi ion CrO42- yang dihasilkan = s mol/L dan ion Ag+ = 2s mol/L
Ag2CrO4 (s) 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)
s                2s                 s
Jadi konsentrasi total ion Ag+ = 0,1 + 2s mol/L. Oleh karena nilai s relatif kecil, yaitu s <>-5, maka konsenterasi ion Ag+ dapat dianggap = 0,1 mol/L (0,1 +2s ≈ 0,1) dalam larutan jenuh Ag2CrO4 berlaku
Ksp Ag2CrO4 = [Ag+]2[ CrO42-]
2,4 x 10-12 = (0,1)2 (s)
2,4 x 10-12 = 10-2 s
s = 2,4 x 10-10
Jadi kelarutan Ag2CrO4 dalam larutan AgNO3 0,1 M = 2,4 x 10-10 mol/L.

# Contoh soal memeriksa terjadi tidaknya endapan
Periksalah dengan suatu perhitungan, apakah terbentuk endapan Ca(OH)2 jika 10 ml larutan CaCl2 0,2 M dicampur dengan 10 ml larutan NaOH 0,02 M, Ksp Ca(OH)2 = 8 x 10 -6 .
Jawab :
Apabila tidak terjadi reaksi, maka larutan CaCl2 dan NaOH masing-masing mengalami pengenceran dua kali dicampurkan. Konsenterasi CaCl2 dalam campuran menjadi 0,1 M dan NaOH menjadi 0,01 M. Karena CaCl2 dan NaOH tergolong elektrolit kuat, keduanya mengion sempurna.
CaCl2 (aq) Ca2+ (aq) + 2 Cl- (aq)
0,1 M              0,1 M    0,2 M
NaOH (aq) Na+ (aq) + OH- (aq)
0,01M     0,01M     0,01 M
Jadi konsenterasi ion Ca2+ dalam campuran = 0,1 M dan konsenterasi ion OH- = 0,01 M
Qc = [Ca2+][OH-]2
= 0,1 (0,01)2
= 1 x 10 -5
Karena Qc > Ksp , maka pad apencampuran itu terbentuk endapan Ca(OH)2

#Contoh soal syarat terjadinya endapan
Berapakah konsenterasi minimum ion CO32- yang diperlukan untuk mengendapkan ion Ca2+ dari larutan Ca(NO3)2 0,01 M ? Ksp CaCO3 = 4,8 x 10-9
Jawab :
CaCO3akan mengendap jika [Ca2+][CO32-] > Ksp CaCO3
[Ca2+] = [Ca(NO3) 2] = 0,01 M
(0,01) [CO32-] > 4,8 x 10-9
[CO32-] >4,8 x 10-9
Jadi, CaCO3 akan mengendap jika [CO32-] > 4,8 x 10-9

#Contoh soal membandingkan kelarutan basa dalam air dan dalam larutan yang bersifat basa
Diketahui tetapan hasilkali kelarutan Mg(OH)2 = 2 x 10-12. Tentuknlah kelarutan Mg(OH)2 dalam :
a. Aquadest (air murni)
b. Larutan dengan pH = 12
Jawab
a. Dalam Aquadest (air murni)
Mg(OH)2 akan larut hingga terjadi larutan jenuh [Mg2+][OH-]2 = Ksp Mg(OH)2
Misalkan kelarutan Mg(OH)2 = s mol/L
Mg(OH)2(s) Mg2+(aq) + 2OH-(aq)
s s 2s
[Mg2+][OH-]2 = Ksp Mg(OH)2
(s) (2s)2 = 2 x 10-12
4s3 = 2 x 10-12
s = 7,94 x 10-5 mol/L
Jadi kelarutan Mg(OH)2 dalam air sebesar 7,94 x 10-5 mol/L
b. Dalam Larutan dengan pH = 12
pH = 12 pOH = 14-pH
= 14 -12
= 2
[OH-] = 1 x 10-2 mol/L
Mg(OH)2 akan larut hinggga terjadi larutan jenuh, misalkan kelarutan mg(OH)2 = x mol/ L
Mg(OH)2(s) Mg2+(aq) + 2OH-(aq)
x                x               2x
Konsenterasi ion OH – dalam larutan 1 x 10-2 mol / L + 2x . subtitusi data ini kedalam persamaan tetapan kesetibangan Mg(OH)2 menghasilkan persamaan sebagai berikut :
[Mg2+] [OH-]2 = Ksp Mg(OH)2
(x) (2x)2 = 2 x 10-12
(x) (1 x 10-2 + 2x )2 = 2 x 10-12
Oleh karena dapat diduga bahwa x <<>-2 , maka 1 x 10-2 + 2x ≈ 1 x 10-2 maka persamaan diatas dapat ditulis sebagai berikut :
(x) (2 x 10-12)2 = 2 x 10-12
x = 2 x 10-8
Jadi kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan dengan pH = 12 adalah 2 x 10-8 mol / L.

#Contoh soal Hubungan kelarutan (s) dengan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp)
Bila diketahui Ksp Ag2CrO4 = 4.10-12 maka konsentrasi CrO4 dalam larutan jenuh AgCrO4 adalah
Penyelesaian:
Ag2CrO4 2Ag+ + CrO4-2
s              2s              s
Ksp = (Ag+)2(CrO4-2)
4.10-12 = (2s)2(s)
4.10-12 = 4s3
10-12 = s3
s = 10-4(CrO4-2)
s = 10-4